You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.

Sistem Informasi Desa Sirnajaya

Kec. Cisurupan, Kab. Garut, Prov. Jawa Barat

Wisata Curug Teko Papandayan, Sirnajaya, Cisurupan, Kabupaten Garut


Wisata Curug Teko Papandayan, Sirnajaya, Cisurupan, Kabupaten Garut

Curug Teko Papandayan ini memang tidak seperti curug yang lainnya, karena memang terlihat terjal dan bertebing. Gunung Papandayan mungkin telah banyak dikunjungi ratusan atau bahkan ribuan para pendaki ditanah air ini dari seluruh Indonesia. Namun diantara para pendaki yang telah mendaki Papandayan banyak yang belum tahu tentang keberdaan Curug di Gunung Papandayan ini. Didalam Gunung Papandayan ini terdapat Curug Teko, mungkin kalian yang sudah pernah menjejaki Gunung Papandayan banyak yang belum tau dengan keberadaan curug ini.

Curug Teko merupakan satu di antara tujuh titik obyek wisata pada kawasan Perum Perhutani KPH Garut direkomendasikan sebagai obyek wisata unggulan berbasis konservasi lingkungan. Pengelolaannya berpola pengelolaan bersama masyarakat tergabung dalam LMDH Gandamekar Desa Sirnajaya. Keindahan air terjun dan jernihnya air Curug Teko akan mengundang wisatawan untuk berenang. Namun sungguh disayangkan, Pengunjung hanya bisa melihat keindahan dan jernihnya air Curug Teko dari kejauhan, karena tidak ada akses jalan untuk menuju ke dasar curug. 

Mitos Curug Teko Gunung Papandayan
Wisata curug di Garut  ini rata-rata dari masing-masing curug tersebut memiliki kisah mitos, legenda serta sejarah yang beredar dari media sosial yang berawal dari masyarakat sekitar curug. Mitos Curug teko yang konon katanya, apabila ada wisatawan yang datang ke curug ini akan ada sosok mahluk halus yang menghampiri. Wujudnya perempuan yang menggunakan pakaian dan payung yang berwarna hijau. Mahluk halus berwujud perempuan dalam mitos tersebut akan meminta di ambilkan air curug. Namun ketika air akan diberikan kemudian perempuan itu pun menghilang secara tiba-tiba.
 
Sedangkan sejarah penamaan dan sebutan sebutan Curug Teko ini sendiri muncul karena debit aliran air terjun ini yang menyerupai cucuran air dari teko ketika dituangkan. Selain itu juga memang banyak beberapa orang yang tewas ketika sedang berwisata di Curug Teko ini. Maka dari itu untuk kalian sebagai wisatawan, alangkah lebih baiknya untuk berhati-hati, agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.
 
Lokasi Curug Teko berada di kawasan Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Garut. Tepatnya di kawasan Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BPKH) Bayongbong Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Cisurupan. Lokasi Curug Teko letaknya berada disekitar Area Papandayan Camping Ground dan Papandayan Leisure Park sebelum kawasan TWA Kawah Papandayan. Yang beralamat di Sirnajaya, Cisurupan, Kabupaten Garut, Jawa Barat dengan kode pos 44163.
 
Curug Teko ini berjarak sekitar 15 kilometer dari pusat Kota Garut. Berada sekitar 5 kilometer dari alun-alun atau pusat Kecamatan Cisurupan, dan sekitar 3 kilometer sebelum Kawah Gunung Papandayan, dapat Anda tempuh dengan kurang lebih 20 menit dari Cisurupan, tepat pada posisi sebelah kiri dari Papandayan Leisure Park dari arah Cisurupan.
 
Selamat berwisata, semoga liburan Anda menyenangkan guys, semoga selamat sampai tujuan dan pulang dengan selamat.
Bagikan artikel ini:
Komentar